CINTAKU “ONLINE”
BY:
Ana Rizki Saputri
Sembirut nampak di atap
kehidupan. Gumpalan awan abu-abupun ikut berjejer rapi bak barisan kopral.
Pertanda tak lama lagi air-air langit akan turun ke singgasana bumi.
Tiba-tiba aku
teringat pada ikhwan sholeh bernama Rizqy yang ku kenal lewat dunia maya sekitar
4 tahun lalu. Dia adalah lelaki pertama yang membuat hatiku berdesir disaat fikiranku
bermain dalam imajinasi tentang dirinya.
Sejenak hati dan
fikiranku saling beradu dalam imajinasi yang semu. Disana terlukiskan wajah
kalem yang memang belum pernah kulihat dalam dunia nyata. Hanya saja pernah
kulihat pada sebuah photo yang terpampang dalam layar monitor di laptopku, ya...dalam
dunia maya, Facebook..!!
Dunia maya-lah
yang telah memperkenalkanku pada sesosok ikhwan bernama Rizqy. Bagiku ia tak
sekedar ikhwan soleh tetapi juga merupakan sesosok ikhwan sejati yang berjiwa religius. Dia telah
mengajaku berjelajah lebih jauh dalam dunia keislaman. Dia juga telah memberiku
banyak pelajaran hidup yang begitu berharga yang selalu terbingkis dalam
indahnya bingkai Islam.
Meskipun aku belum pernah bertemu secara langsung
dengannya, tapi seolah cahaya Illahilah yang telah menerangi ku untuk mengenali
hatinya. Dan aku pun merasa telah begitu dekat dengannya. Aku merasa seolah
kita telah kenal sejak lama bahkan sejak kita kecil, hanya saja jarak dan waktulah
yang kini memisahkan. Kita pun sering berjelajah kembali ke masa lalu kita
masing-masing. Kita sering bertukar cerita masa kanak-kanak kita satu sama
lain, ya..masa yang begitu lucu jika dikenang.
Dari
wajahnya yang teduh itu terpancar sinar kebajikan dan kejujuran ada pada diri
lelaki itu. Aku pun tak bisa mengelak kalau aku senang bisa mengenalnya,
meskipun sebatas dunia maya. Aku pun berharap semoga suatu hari nanti kita bisa
bertemu dan bisa menjalin ukhwah silaturahmi Islamiah yang berawal dari
perkenalan ini.
@@@
Titik awal aku mengenalnya
Kala itu aku merasakan kerinduan yang terbesit dalam dinding
hatiku. Aku begitu merindukan teman-teman dan juga masa-masa ketika mondok di
Al-Hikmah dulu. Aku putuskan untuk membuka laptop untuk online dalam
Facebook. Lewat jejaring ini lah biasanya aku bernostalgia dengan masa lalu ku
ketika berada di Pondok Pesantren Al-Hikmah.
Memang sering
kudapati teman-temanku itu yang lagi On di Facebook. Hmm, apalagi teman ku yang
satu ini, akhwat bernama Sovy yang dulu sering ku panggil dengan Nyop-nyop ini
paling sering ku dapati lagi eksis di Facebook. Sampai-sampai kini telah ku
ganti nama panggilan untuk dirinya yaitu UAP alias ‘ukhty aktivis pesbuk’ he he
he.
Tiba-tiba muncul
pesan dari seseorang yang tak ku kenal.
“Asalamu’alaikum...” Tiba-tiba muncul sebuah pesan dari
seseorang yang bernama ‘Moh.Rizqy H’
dalam daftar Chat ku
“Wa’alaikumussalam...” Dengan singkat akupun menjawab
“Pangampunten..Saya mau tanya ukhty masih di PP.
Al-Hikmah atau sudah jadi alumni ya?”
“Saya baru lulus dari Al-Hikmah tahun ini,o..iya maaf apa
sebelumnya kita udah pernah kenal,kok njenengan bisa tau kalau saya dari
Al-Hikmah?”
“Mohon maaf sebelumnya, tadi tak sengaja saya membuka
profil ukhty dan ternyata ukhty juga dari Al-Hikmah ya..”
Dan ternyata lelaki bernama Rizqy itu juga pernah
mengenyam pendidikan di PP. Al-Hikmah Benda, Brebes, Jawa Tengah. Namun, hanya
pada waktu Tsanawiyahnya saja. Berbeda halnya dengan diriku yang hari-harinya
ku habiskan di penjara suci itu sejak masa Tsanawiyah hingga Aliyahku. Hanyasaja
dia selisih 5 tahun diatas ku.
Begitu renyahnya kita berbincang-bincang seputar
Al-Hikmah. Serasa sedang bernostalgia dengan kenangan-kenangan masa lalu di
Penjara Suci itu. Obrolan kita bukan hanyalah sekedar obrolan kosong, melainkan
obrolan seputar bahasan dalam lingkaran Islam. Kerapkali kita membahas mengenai
hukum fiqh. Karena persoalan fiqhlah yang sangat erat dengan kehidupan kita
sehari-hari. Entah mengapa aku senang bisa mengenalinya, ya...meskipun lewat
dunia maya. Dengan mengenalanya aku merasa mendapat lebih banyak pengetahuan tentang
Islam.
Aku juga seringkali bertanya kepada lelaki itu disaat aku
sedang bingung mengenai suatu hukum. Dan iapun dapat menjelaskannya dengan mudah,
bak seorang ustadz yang tau banyak tentang dunia keislaman. Tak ayal terkadang
akupun meledeknya dengan panggilan ‘pak ustad’, tapi ia selalu menimpali dengan
berkata ‘emangnya saya udah bapak-bapak?..hehe he’. Selalu saja ia tak ingin disebut sebagai ustadz. Hmm..katanya sih
dia belum pantas untuk dipanggil ustadz, ilmunya masih unyil, gitu (kaya di
film Tuyul dan Mbak Yul aja..hi hi hi).
@@@
Lelaki berdarah jawa itu berasaldari kota yang akrab di
sebut dengan Kota Batik atau Pekalongan. Namun ia sempat tinggal di Negri
Gingseng, sejak tahun 2005 lalu. Di sana ia bekerja menjadi seorang TKI, yang
bekerja di sebuah pabrik elektronik.
Ia adalah seorang pemuda yang sederhana, namun memiliki
semangat juang yang tinggi serta berjiwa religius. Pada usianya yang ke-18
tahun ia telah merampungkan pendidikannya di SMK N 1 Pekalongan pada jurusan
Otomotif. Namun ia urungkan niatnya untuk melanjutkan kuliah. Ia memutuskan bekerja
ke luar negri untuk mencari modal untuk kuliah dan juga untuk membiayai
pengobatan ibunya yang divonis sebagai penderita kanker otak setadium atas.
Namun sungguh malang nasib pemuda bernama Rizky itu. Baru
saja beberapa bulan dalam perantauannya di negeri orang, ternyata Allah
berkehendak lain. Sang Khalik telah memanggil ibunya untuk kembali ke sisi-Nya.Tentu
itu sangat memukul perasaannya. Dan yang lebih menyesalkan, ia tidak bisa mengantarkan
sang bunda ke tempat peristirahatan terakhir karena kontrak kerja yang mengikatnya.
Hanyalah doa yang tulus yang dapat mewakili kehadiranya untuk menghantarkan
sang bunda ke tempat persemayamannya yang terakhir.
Dan waktupun terus bergulir. Entah mengapa kian hari aku
merasa semakin dekat dengannya. Sudah hampir
4 tahun ini aku mengenalnya dalam dunia maya. Mulai dari ketika aku masih
bersetatuskan mahasiswa baru, hingga pada saatnya kini aku akan diwisuda
sebagai sarjana Pendidikan Agama Islam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
akupun masih sering chatt dengannya di Facebook.
Seperti biasanya ba’da shalat Isya aku stand by di
depan layar monitor untuk On di Facebook, ‘ya untuk menimba ilmu dari Ustadz
Rizqy’ begitulah niat dalam hatiku..he he he.
Deegg, tiba-tiba hatiku tersentak bagai tersetrum aliran
listrik, dadaku gemuruh denyut jantungku tak menentu, dan tiba-tiba seluruh
tubuhku terasa bergetar. Ahh..aku tak tau apa yang sedang kurasakan.
Disela-sela obrolan, lelaki bernama Rizqy itu menyatakan
suatu hal yang cukup membuatku tersentak kaget. Selama kita saling mengenal memang
kita tak pernah menyinggung tentang perasan diantara kita berdua. Tapi...entah
mengapa ketika lelaki itu menyatakan bahwa beberapa bulan kedepan ia akan
kembali ke tanah air untuk melangsungkan pernikahan dengan wanita pilihan Romo Kyai
nya sewaktu dulu ia nyantri di Pekalongan. Hatiku seperti tersayat pisau tajam yang begitu menyakitkan.
@@@
Siang pergi dan malampun datang berdiri tegak, menemani
kegalauan dalam hatiku akan kejadian kemarin malam. Sebelumnya aku tak pernah
menyadari, ternyata hatiku telah mengagumi sosok lelaki sholeh itu lebih dari
kekaguman biasa. Aku tak pernah menyangka hatiku akan merasakan perih di akhir
cerita ini.
Tak seperti biasanya ba’da shalat isya aku langsung
merebahkan tubuhku diatas ranjang tempat tidurku. Sudah hampir 1 jam tubuhku
berguling ke kanan dan kekiri di atas perebahan karena tak bisa tidur. Hatiku
tak tenang dan batinku menangis kala mengingat hal yang menyakitkan itu.
Akhirnya kuputuskan untuk mengambil air wudhu dan kulanjutkan untuk shalat
hadjat, yang mungkin bisa menenangkan batin dan jiwaku ini. Dalam sujudku aku
menangis, air matapun membasahi sajadahku.
Ya Allah...
Dzat yang maha megetahui
segala yang ada pada ciptaan-Mu
Sesungguhnya segala yang
ada pada diriku adalah hak atas-Mu
Segala yang ku punya
semua akan kembali pada-Mu
Dan segala yang kini
sedang ku rasa, semua adalah kehendak dari-Mu
Sesungguhnya rasa cinta
yang kumiliki semata-mata karena cinta dari-Mu
Ya Illahi Rabbi Ya Rahman
Yaa Rahim...
Kembalikanlah hamba pada
tulang rusuk lelaki yang Engkau pilihkan untuk ku
Lelaki yang meletakanku
pada posisi ke dua setelah Engkau
Lelaki yang benar-benar
mencintaiku dan semata-mata karena ingin mendapat Ridho dari-Mu
Lelaki yang menyandarkan
cintanya semata-mata karena cinta-Mu
Ya Allah yang maha benar...
Sesungguhnya hamba
meminta petunjuk-Mu dari segala keputusan di setiap titik akhirnya
Ya Allah...
Jagalah cinta hamba
kepadanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Jika memang rasa cinta
ini kau takdirkan untuknya,
maka pertemukanlah cinta
suci kami dalam garis Ridho-Mu
Tautkanlah cinta kami
pada cinta-Mu yang Agung
Dan sesungguhnya apabila
cinta ini bukanlah untuknya,
maka lapangkanlah hati
hamba untuk ikhlas melepas rasa cinta ini darinya
Sesungguhnya hamba tak
menginginkan lelaki yang sempurna,
Namun atas izin dari-Mu
hamba akan datang untuk menyempurnakannya..
@@@
Hampir dua bulan aku sudah tak pernah on di Facebook, dan
sudah hampir dua bulan juga kejadian yang menyakitkan itu menemani hari-hari
ku. Entah mengapa perasaan sakit itu tak bisa hilang dan terus bersarang dalam
hatiku.
Di dalam kamar, aku sedang membaca salah satu buku
favoritku, La-Tahzan karya Dr. ‘Aidh Al-Qarny. Tiba-tiba terdengar suara
ketukan pintu yang membuyarkan konsentrasi membacaku. Ternyata ummiku tercinta
yang datang. Sambil membawa pisang goreng kesayanganku ummipun masuk kedalam
kamarku. Diletakanlah piring berisi pisang goreng itu di atas meja belajarku. Akupun
membalas kebaikan ummi dengan seuntai senyum manis dari bibirku.
Tiba-tiba ummi juga duduk di sebelahku. Akupun bingung dengan tingkah ummi
yang tak seperti biasanya. Dengan raut wajah serius ia menatapku dalam, tapi
masih dibarengi dengan senyuman tulus yang mekar dari bibirnya. Sepertinya ada
hal penting yang ingin ummi katakan pada ku.
“ Ada apa ummi, apa ada sesuatu yang ingin ummi bicarakan
sama Yasmin?”
“Nduk, kamu ini kan sekarang sudah jadi sarjana, kamu
juga udah mulai kerja. Dan usiamu juga sekarang udah dewasa to...”
“Iya mi, memangnya kenapa ummi?”
“Gini loh nduk. Waktu beberapa bulan lalu abah sama ummi sowan
ke ndalemnya Pakde KH.Masrury yang di Pekalongan, ya sambil nengokin adikmu
yang lagi nyantri di pondoknya itu. Ummi sama abah bilang sama Pakdemu suruh nyariin
lelaki sholeh untuk jadi pendamping hidupmu. Lah tadi Pakdemu itu telpon katanya
hari senin besok lelaki itu mau datang kerumah, mau silaturahmi sekalian mau
mengkhitbahmu. Jadi kamu siap-siap ya nduk.. Oh ya.. jangan lupa besok dandan
yang cantik ya nduk”.
Ummi mengutarakan semua maksudnya dengan panjang lebar. Ummipun
menceritakan dengan detail tentang sosok lelaki yang akan menjadi calon suamiku
itu. Kata ummi lelaki itu bernama Hazby, dia adalah santri Pakde Masruri
sekaligus pernah menjadi ustadz di pondoknya. Dia juga sudah jadi sarjana di
Soul National University, Korea. Dan sekarang sudah menjadi Pengusaha Batik
Internasional di Korea.
Aku kaget ketika
mendengar pernyataan ummi tadi. Sebenarnya aku ingin menolak keputusan abah dan
ummiku itu. Kurasa itu terlalu mendadak untuk ku ketahui. Lagipula itu terlalu
cepat bagiku untuk melagkah kejenjang yang serius. Tapi...apalah daya, aku
selalu saja tak bisa mengatakan ‘tidak’ kepada dua orang yang paling ku sayangi
di dunia ini. Disamping itu kemelut
dalam dadaku masih terasa. Sakit yang bersarang di hatikupun belum juga
memudar. Aku masih mengharapkan sosok ikhwan sholeh bernama Rizqylah yang akan
menjadi imam untuk aku dan juga anak-anaku kelak.
@@@
Teng...!! jam dinding berdentang satu kali. Malam semakin
larut, tapi aku masih duduk termenung di atas ranjang dengan ditemani boneka
teddy bear kesayanganku. Sepertinya malam ini kantuk tak ingin mampir di
pelupuk mataku. Kegelisahan menyelimutiku. Kemelut dalam dada semakin memuncak.
Aku tak ingin waktu bergulir cepat, aku tak mau pagi itu datang. Aku takut
pertemuan besok akan menambah kesedihan dalam hatiku.
Tapi...apalah daya, dengan kuasa-Nya pastilah pagi itu
datang. Adzan subuh membangunkan tidur lelapku. Ternyata semalam aku tertidur
juga. Akupun bangun kesiangan dari target alert di hp ku yang memang selalu ku
aktifkan. Aku telah kehilangan waktu sepertiga malam yang biasanya tak pernah
ku lewatkan untuk bermunajat kepada-Nya.
Akhirnya akupun
bergegas bangkit dari tempat perebahan
untuk mengambil air wudhu. Seusai shalat shubuh aku membantu ummi yang
sedang sibuk di dapur untuk mempersiapkan sarapan dan juga wedangan untuk tamu-tamuku
nanti.
Jarum jam terus berputar melintasi keduabelas angka yang
telah terangkai dalam jam dinding di rumahku. Waktu terus merajut cerita.
Sekarang waktu menunjukan pukul 09.15 WIB. Sudah hampir setengah jam abah dan ummi
di ruang tamu menunggu Pakde beserta rombongan tamuku datang. Yaa ma’lumlah
sedang musim hujan sekarang ini, jadi mungkin perjalanan Pekalongan-Semarang tak
begitu lancar. Makannya perjalanan mereka lebih lama dari biasanya.
Akupun masih termenung di depan meja rias, sambari
menatap wajah yang berbalut make up tipis dari pantulan cermin.
Tiba-tiba terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumahku persis.
Ya...pastilah itu tamuku yang datang. Deegg...ternyata benar prasangkaku itu. Tiba-tiba
denyut jantungku berdebar tak menentu, seluruh tubuhku terasa tegang seperti
mengalir listrik di dalamnya. Perasaan itu tak berbeda jauh dengan apa yang
pernah ku rasakan ketika peristiwa beberapa bulan yang lalu. Yaa...ketika
lelaki bernama Rizqy itu mengatakan akan kembali ketanah air dan menikah dengan
akhwat pilihan Kyainya.
Tiba-tiba ummi mengetuk pintu kamarku, dan masuk untuk
menjemputku keluar agar aku menemui
tamuku itu. Akhirnya akupun beranjak meninggalkan kamar mungilku menuju ruang
tamu.
Ku langkahkan kaki ini dengan penuh keikhlasan. Dalam tatihan
langkahku kini semua telah ku pasrahkan pada-Nya. Insya Allah aku tlah siap
menerima apapun yang akan terjadi nanti.
Subhanallah...perasaanku tambah tak karuan. Rasa kaget,
senang dan haru bercampur dalam dadaku. Melebur rasa takut, sedih dan kemelut
yang akhir-akhir ini menghantuiku. Dan ternyata lelaki bernama Hazby itu adalah
sosok lelaki yang memang ku idamkan menjadi kekasih halalku. Lelaki bernama
Hazby itu adalah sosok ikhwan sholeh yang pernah ku kenal sekitar 4 tahun
terakhir ini di Facebook. Ya Hazby, Muhammad Rizqy Hazbyullah namanya.
@@@
Dua minggu yang lalu lelaki idamanku telah resmi
mengkhitbahku. Dan hari ini Allah telah mengizinkan aku untuk menjadi kekasih
halalnya. Akhirnya kami bersanding di kursi pelaminan. Dengan diramaikan oleh sanak
keluarga dan juga tamu undangan. Pesta pernikahan yang sederhana ini terasa
ramai dan penuh dengan kehangatan.
Rasa syukur yang begitu besar kulimpahkan kepada-Nya. Ternyata
Allah telah merencanakan hikmah yang begitu besar, di balik peristiwa yang telah
menenggelamkan ku dalam kesedihan. Peristiwa yang telah merubah diriku menjadi perempuan
yang dilemahkan oleh cinta. Tak pernah sebelumnya aku terpuruk dalam kesedihan
hanya karena cinta kaum adam. Mungkin berkat kesabaran dan juga keikhlasan ku
yang semata-mata karena Allah Ta’ala itulah yang telah membawa aku terbang
bersama bunga-bunga kebahagiaan ini.
Ini adalah malam pertamaku bersama mas Hazby. Kami
membukanya dengan shalat sunnah berjamaah 2 rakaat. Tak lupa mas ku itu
membacakan doa ba’da sholat dan kemudian mendaratkan bibirnya di keningku. Sungguh
anugrah terindah dalam hidupku.
Sebelum ku pasrahkan jiwa dan ragaku ini pada suamiku.
Kusempatkan bertanya padanya. Tentang satu hal yang masih terngiang dalam
fikiranku. Mengapa ia dahulu berkata kepada ku bahwa ia di Korea sebagai
seorang TKI. Mengapa ia tak megatakan seperti apa yang kulihat sekarang ini.
Akhirnya ia pun menceritakan semuanya kepada ku tentang
lika-liku perjalanan hidupnya, hingga sampai 6 tahun lamanya ia bisa hidup di
Negeri Gingseng. Ternyata dia memang pernah menjadi seorang TKI di Korea,
tetapi hanya 2 tahun. Kemudian ia memutuskan untuk kuliah sambil mengembangkan
usaha batik warisan keluarganya di Negeri Gingseng itu. Hingga akhirnya ia
dapat membangun perusahaan batik bertaraf internasional seperti sekarang ini.
Oh...terimakasih ya Allah Kau telah mengijabahi doa
hamba. Kau telah mengembalikan hamba sebagai tulang rusuknya. Kau telah tautkan
cinta kami pada cinta-Mu yang agung. Kau pertemukan cinta kami dalam jalinan yang
suci ini. Semoga Kau meridhoi cinta kami. Karena sesungguhnya cinta ku padanya
semata-mata hanya karena cinta-Mu ya Rabb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar