Jumat, 06 April 2012

Pembelian Pesawat Sukoi


Tak Semata Jaim  
Indonesia merupakan negara besar, namun  dari sisi pertahanan Indonesia begitu lemah. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura  Indonesia masih tertinggal jauh alutsistanya. Hal ini memang perlu mendapat perhatian. Namun dalam konteks ini bukan semata-mata untuk jaim alias jaga image terhadap negara lain. Melainkan dilandasi visi pertahanan Nasional. Tentu saja dengan memperhatikan keadaan ekonomi dan kemampuan anggaran pula.

Prioritaskan Rakyat
 Seiring dengan kontrak pembelian pesawat tempur Sukhoi yang ditandatangani pada 29 Desember 2011 lalu, saya kira kurang tepat. Di saat peliknya permasalahan ekonomi Indonesia, pemerintah justru mengadakan pembelian 6 unit pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia, yang mengatasnamakan kedaulatan Nasional sebagai tujuan. Namun  terdapat indikasi kuat adanya penggelembungan dana hingga trilliunan rupiah. Tak sepantasnya pemerintah melakukan hal tersebut. Implikasinya adalah rakyat yang semakin tercekik.
            Kendati demikian, pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) bukanlah tindakan yang salah. Hanya saja perlu memperhatikan keadaan ekonomi dan kemampuan anggaran yang ada. Pemerintah seharusnya lebih jeli untuk memahami status perekonomian serta keadaan finansial Indonesia saat ini.
            Alutsista memang penting, namun bukankah kesejahteraan rakyat lebih penting? Toh Indonesia masih  mempunyai inventaris alutsista yang masih layak. Hingga menunggu waktu dan keadaan ekonomi yang tepat untuk pengadaan tambahan alutsista demi pertahanan Nasional.
ANA RIZKI SAPUTRI, MAHASISWI IAIN WALISONGO SEMARANG 

REPUBLIKA/Suara Kampus/04-04-12

Tidak ada komentar: