Perlu Diapresiasi
Kasus terorisme kembali mewarnai bangsa Indonesia. Tepatnya di Solo Jawa Tengah, akhirnya pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku terorisme Solo beberapa waktu lalu. Meskipun masih ada beberapa pelaku yang masih dalam incaran polisi.
Dalam hal ini pelaku teroris Bayu Setiono menyatakan secara terang-terangan alasan penyerangan mereka. Yaitu
karena ingin membalaskan dendam terhadap pihak kepolisian yang selalu menghalangi aksi mereka dan
menangkap kawan-kawan mereka yang sedang menegakan syariat Islam. Hal tersebut
terungkap melalui video yang berdurasi kurang lebih 10 menit yang ditayangkan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, pada Kamis 6 September 2012.
Dalam hal ini kita patut memberikan apresisasi terhadap pihak-pihak yang terkait
dalam penanganan terorisme dan juga keamanan negara. Dalam hal ini aparat kepolisisan dan juga intelejen
sangat berperan aktif, karena telah
melindungi masyarakat dari bahaya terorisme dengan menangkap para pelaku trorisme
tersebut.
Menilik kunjungan Mentri Luar Negeri AS Hillary Clinton ke
Indonesia yang
bersamaan dengan mencuatnya gaung terorisme Solo yang akhir-akhir ini
menggemparkan Indonesia, bisa
menjadi aksi unjuk
gigi bahwa bangsa Indonesia bersungguh-sungguh
dalam memberantas terorisme. Seperti yang dikatakan Ketum
PP Muhammadiyah Din Syamsudin, "Indonesia ingin menunjukkan itu. Lihat
kami ini sungguh sungguh memberantas terorisme. Ada operasi, dan alhamdulilah
sudah ditangkap. Ini logika sederhana, karena kejadian seperti ini sudah
beberapa kali terjadi".
Tak sebatas kasus terorisme di Solo, tapi
juga flashback pada kasus terorisme yang terjadi di Bali beberapa tahun silam.
Pihak keamanan Negara telah berhasil menangkap para pelaku gembong teroris Bom
Bali beberapa tahun lalu.
Tercermin dari hal tersebut, tergambar bahwa penanganan kasus terorisme di Indonesia telah berjalan baik. Meskipun belum seratus persen pelaku teroris bisa tertangkap semua. Kendati demikian aparat kepolisian masih tetap berusaha mencari para pera pelaku teroris lainnya.
ANA RIZQY SAPUTRY, MAHASISWI IAIN WALISONGO SEMARANG
REPUBLIKA/ Suara Kampus/ 12-09-12
Tercermin dari hal tersebut, tergambar bahwa penanganan kasus terorisme di Indonesia telah berjalan baik. Meskipun belum seratus persen pelaku teroris bisa tertangkap semua. Kendati demikian aparat kepolisian masih tetap berusaha mencari para pera pelaku teroris lainnya.
ANA RIZQY SAPUTRY, MAHASISWI IAIN WALISONGO SEMARANG
REPUBLIKA/ Suara Kampus/ 12-09-12

Tidak ada komentar:
Posting Komentar