Rabu, 12 September 2012

Penanganan Terorisme di Indonesia


Perlu Diapresiasi  
Kasus terorisme kembali mewarnai bangsa Indonesia. Tepatnya di Solo Jawa Tengah, akhirnya pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku terorisme Solo beberapa waktu lalu. Meskipun masih ada beberapa pelaku yang masih dalam incaran polisi.
 Dalam hal ini pelaku teroris Bayu Setiono menyatakan secara terang-terangan alasan penyerangan mereka. Yaitu karena ingin membalaskan dendam terhadap pihak kepolisian  yang selalu menghalangi aksi mereka dan menangkap kawan-kawan mereka yang sedang menegakan syariat Islam. Hal tersebut terungkap melalui video yang berdurasi kurang lebih 10 menit yang ditayangkan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, pada Kamis 6 September 2012.
Dalam hal ini kita patut memberikan apresisasi terhadap pihak-pihak yang terkait dalam penanganan terorisme dan juga keamanan negara. Dalam hal ini aparat kepolisisan dan juga intelejen sangat berperan aktif, karena telah melindungi masyarakat dari bahaya terorisme  dengan menangkap para pelaku trorisme tersebut.
Menilik kunjungan Mentri Luar Negeri AS Hillary Clinton ke Indonesia yang bersamaan dengan mencuatnya gaung terorisme Solo yang akhir-akhir ini menggemparkan Indonesia, bisa menjadi aksi unjuk gigi bahwa bangsa Indonesia bersungguh-sungguh dalam memberantas terorisme. Seperti yang dikatakan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, "Indonesia ingin menunjukkan itu. Lihat kami ini sungguh sungguh memberantas terorisme. Ada operasi, dan alhamdulilah sudah ditangkap. Ini logika sederhana, karena kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi".
Tak sebatas kasus terorisme di Solo, tapi juga flashback pada kasus terorisme yang terjadi di Bali beberapa tahun silam. Pihak keamanan Negara telah berhasil menangkap para pelaku gembong teroris Bom Bali beberapa tahun lalu.
Tercermin dari hal tersebut, tergambar bahwa penanganan kasus terorisme di Indonesia telah berjalan baik. Meskipun belum seratus persen pelaku teroris bisa tertangkap semua. Kendati demikian aparat kepolisian masih tetap berusaha mencari para pera pelaku teroris lainnya.
ANA RIZQY SAPUTRY, MAHASISWI IAIN WALISONGO SEMARANG

REPUBLIKA/ Suara Kampus/ 12-09-12

Tidak ada komentar: