Pemberitaan miring
mengenai Organisasi Rohani Islam (Rohis) sebagai tempat rekrutmen teroris ini,
saya kurang sependapat. Saya tidak percaya akan hal tersebut. Rohis bukanlah
sarang teroris ataupun tempat rekrutmen anggota baru teroris. Melainkan,sebagai
wadah untuk membentuk generasi muda yang berkarakter positif yang kelak dapat bermanfaat bagi bangsa.
Tudingan tersebut
sangat bebanding terbalik dengan fakta yang ada. Karena dalam Rohis sendiri
para anggota akan mendapat bimbingan dan pencerahan, baik yang bersifat
intelektual maupun spiritul dengan nilai-nilai Islami sebagai fondasinya. Di
dalam Islam mengajarkan nilai-nilai kebaikan, Islam yangRahmatan lil alamin. Sedangkan terorisme sendiri bersifat radikal
serta destruktif. Maka, tak mungkin jika bibit-bibit teroris tumbuh di badan
Rohis.
Terkait dengan pemberitaan yang bersumber dari penelitian Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta Profesor Bambang Pranowo yang menyebutkan “5 pola rekrutmen teroris muda” yang salah satunya yaitu dengan masuk melalui “program ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah” ,secara tidak langsung hal ini merujuk pada organisasi Rohani Islam atau sering disebut dengan Rohis. Menurut saya tak perlu ditanggapi, karena hal ini belum pasti kevalidannya dan belum ada bukti-bukti yang jelas.Dan kalau pun jika dikemudian hari ada buktinya, maka tidak bisa lansung dicap demikian. Namun diperlukan lagi kajian mendalam, apakah itu benar-benar program yang dilakukan oleh Rohis atau program ekskul yang tersusupi?
Maka dari itu
pemberitaan yang dirasa telah memfitnah organisasi Rohis tersebut perlu
diklarifikasi agar tidak menimbulkan interpretasi yang menyimpang di benak
masyarakat luas.

2 komentar:
Berdakwah memang tak selamanya mulus walaupun sekarang sudah bukan masa perang lagi...
Terimakasih atas kunjungannya :)
meskipun rintangan menghadang, tetap semangat untuk berdakwah ya akhy wa ukhty :-)
Posting Komentar