Senin, 24 September 2012

Rohis Bukan Sarang Teroris


Pemberitaan miring mengenai Organisasi Rohani Islam (Rohis) sebagai tempat rekrutmen teroris ini, saya kurang sependapat. Saya tidak percaya akan hal tersebut. Rohis bukanlah sarang teroris ataupun tempat rekrutmen anggota baru teroris. Melainkan,sebagai wadah untuk membentuk generasi muda yang berkarakter  positif yang  kelak dapat bermanfaat bagi bangsa.

 
Tudingan tersebut sangat bebanding terbalik dengan fakta yang ada. Karena dalam Rohis sendiri para anggota akan mendapat bimbingan dan pencerahan, baik yang bersifat intelektual maupun spiritul dengan nilai-nilai Islami sebagai fondasinya. Di dalam Islam mengajarkan nilai-nilai kebaikan, Islam yangRahmatan lil alamin. Sedangkan terorisme sendiri bersifat radikal serta destruktif. Maka, tak mungkin jika bibit-bibit teroris tumbuh di badan Rohis.

Terkait dengan pemberitaan yang bersumber dari penelitian Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta Profesor Bambang Pranowo yang menyebutkan “5 pola rekrutmen teroris muda” yang salah satunya yaitu dengan masuk melalui “program ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah” ,secara tidak langsung hal ini merujuk pada organisasi Rohani Islam atau sering disebut dengan Rohis. Menurut saya tak perlu ditanggapi, karena hal ini belum pasti kevalidannya dan belum ada bukti-bukti yang jelas.Dan kalau pun jika dikemudian hari ada buktinya, maka tidak bisa lansung dicap demikian. Namun diperlukan lagi kajian mendalam, apakah itu benar-benar program yang dilakukan oleh Rohis atau program ekskul yang tersusupi?
Maka dari itu pemberitaan yang dirasa telah memfitnah organisasi Rohis tersebut perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan interpretasi yang menyimpang di benak masyarakat luas.

2 komentar:

Badiuzzaman mengatakan...

Berdakwah memang tak selamanya mulus walaupun sekarang sudah bukan masa perang lagi...

Anna Rizqy Saputry mengatakan...

Terimakasih atas kunjungannya :)

meskipun rintangan menghadang, tetap semangat untuk berdakwah ya akhy wa ukhty :-)